Jumat, 20 Januari 2012

Monyet Asal Kalimantan Timur Batal Punah

Sekelompok peneliti yang bekerja di hutan rimba di Indonesia berhasil menemukan kembali monyet abu-abu raksasa (Presbytis thomasi) yang sangat langka dan dipercaya telah punah. Mereka terkejut saat menemukan hewan itu berada jauh dari kawasan yang sebelumnya diperkirakan jadi rumah mereka.

Untuk menemukannya, peneliti memasang kamera di hutan Wehea, sisi Timur pulau Kalimantan pada Juni tahun lalu. Awalnya mereka menargetkan untuk mendapatkan foto macan tutul abu-abu, orangutan, atau satwa lain yang hidup di kawasan itu.

Ternyata, saat gambar-gambar dikumpulkan, mereka malah menemukan sekelompok monyet yang tak pernah terlihat sebelumnya.

Berhubung tak pernah ada dokumentasi foto terhadap monyet-monyet tersebut, tantangan pertama para peneliti, kata Brent Loken, peneliti dari Simon Fraser University, Kanada, yang mengetuai penelitian, adalah untuk mengonfirmasi dugaan mereka terkait monyet tersebut.

Pasalnya, sejauh ini, gambar-gambar yang ada hanyalah coret-coretan di museum.

“Kami terkejut saat mengetahui bahwa monyet ini masih hidup dan ternyata ada di Wehea,” kata Loken, dikutip dari Guardian, 20 Januari 2012.

Sebelumnya, monyet tersebut tinggal di kawasan Timur Laut pulau Kalimantan, dan juga di Sumatera, Jawa, dan semenanjung Malaysia. Beberapa tahun lalu sempat muncul kekhawatiran bahwa monyet-monyet tersebut telah punah.
Masih Banyak
Seperti diketahui, hutan tempat di mana monyet-monyet itu tinggal telah hancur akibat kebakaran, penebangan liar oleh manusia, serta konversi hutan menjadi lahan pertanian dan pertambangan. Sebuah survey lapangan ekstensif yang dilakukan tahun 2005 lalu gagal menemukan jejak spesies itu.

“Bagi kami, penemuan monyet ini mewakili bahwa ada sangat banyak spesies hewan di Indonesia,” kata Loken. “Sangat banyak satwa yang tidak kita ketahui dan kawasan tempat tinggal mereka musnah secara cepat. Kemungkinan, banyak hewan-hewan ini yang segera masuk tahap kepunahan,” ucapnya. (ren)
• VIVAnews

Geng Motor Ini Ubah Air Laut Jadi Air Minum

 Termotivasi memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan potensi alam mendorong komunitas geng motor di Nusa Tenggara Timur untuk membuat teknologi tepat guna yang mengonversi air laut menjadi garam dan air bersih. Sehingga air bersih tersebut aman untuk diminum.

Mereka kemudian, membuat Teknologi Desalinator iMuT (Aliansi Masyarakat Peduli Ternak). "Kami ingin mengedukasi masyarakat untuk gunakan teknologi tepat guna. Dengan memanfaatkan potensi yang ada," ujar Noldy Perly Franklin, di sela-sela Pameran Mandiri Young Technopreneur Award 2011 di Jakarta, Jumat, 20 Januari 2012.
Kebetulan, di daerahnya, salah satu wilayah di NTT, 80 persen wilayahnya laut. Saat musim kemarau yang panjangnya 8 sampai 9 bulan, susah untuk mendapatkan air bersih.

Teknologi yang diadaptasi ini terdiri dari dua komponen. Pertama, kotak panggung dengan panjang kaki 1 meter, yang dibuat dari plastik hitam. Kedua, atap piramida bambu dan plastik transparan yang menutup kotak kamar yang setiap sudut bertemu dengan selang yang nantinya akan mengaliri air.

Secara desain, alat ini berbentuk rumah panggung yang beratap piramida dengan empat lubang di empat sudut. Ukuran alat ini tinggi 1,25 meter, sedangkan lebar atap 60 cm.

Antara atap dengan kotak, terdapat penghubung spon untuk memvakumkan udara dari luar sehingga memaksimalkan penguapan. Secara teknis, teknologi tepat guna ini menjalankan penguapan yang dipicu oleh sinar matahari.

Noldy menjelaskan, kotak yang mempunyai kapasitas 72 liter, cukup diisi air laut 36 sampai 40 liter untuk memaksimalkan penguapan. "Kuncinya sinar matahari, agar menghasilkan suhu kamar kotak maksimal," ujarnya.

Saat uap masuk, tambahnya, akan memunculkan titik air yang kemudian mengalir ke titik sudut, "Air yang keluar dari uap ini jadi air tawar, kualitasnya bisa aman diminum," katanya.

Dari hasil uji coba, per 3 jam dapat menghasilkan 12,5 liter.  Suhu luar mencapai 30 sampai 40 derajat sedangkan suhu kamar kotak lebih dari 100 derajat. Air dalam kotak kemudian dapat menjadi garam dalam 2 sampai 3 hari.

"Tapi bisa dalam satu hari bisa jadi garam," sambung anggota tim lain, Noverius H Nggilli.

Ke depan, pihaknya akan mengembangkan dengan menambah elemen pengantar kalor, agar penguapan lebih cepat. "Untuk atap akan kita buat dari alumunium, yang paling aman," tambahnya. Pihaknya juga sedang menyiapkan teknologi untuk air bersih saat musim hujan.

Menurutnya cara ini lebih aman daripada menebang pohon bakau untuk membuka lahan tambak garam. "Ini kan tidak perlu tebang, juga ramah," kata Noverius. Ini juga menjadi solusi untuk petani garam yang di NTT cenderung terisolir.

Air tawar hasil penguapan juga diklaim aman untuk mandi, tidak lengket. Sayangnya air bersih belum diuji secara kimia meski aman diminum.

"Belum sampai ke Dinas Kesehatan. Paling diuji secara kimia untuk tahu mineral apa saja yang berkurang, secara kualitas, BPOM sudah uji," ujar Noldy.
Komunitas geng motornya ternyata sebelumnya juga membuat bio gas dari bahan kotoran ternak. "Prinsip kami, membagi ilmu sebelum ajal," tutupnya. (umi)
• VIVAnews

FOTO: Bertaruh Nyawa di Jembatan Demi Sekolah

 
Masih merasa sekolah itu berat dan membosankan? Lihat perjuangan pelajar kampung Sanghiang Tanjung, Lebak, Banten demi mendapatkan pendidikan.
Mereka terpaksa meniti jembatan rusak yang tergantung rapuh di atas Sungai Ciberang lebar dan dalam. Perlahan, mereka meniti kayu lapuk yang licin, sambil berpegangan pada tali jembatan di atasnya. 
undefined

Ini tentu saja sangat berbahaya, sekali terpeleset mereka bisa jatuh ke sungai dan terseret arus deras sungai yang biasa digunakan untuk arung jeram. Atau siapa yang bisa menjamin, tali yang mereka gunakan tak akan putus diterjang banjir. Para pelajar ini sedang bertaruh nyawa.
undefined
Sofiah, siswi SD Negeri 02 Sanghiang Tanjungsiswi SD Negeri 02 Sanghiang Tanjung salah satu di antaranya. Seperti halnya teman-temannya yang lain, ia  mengaku lebih memilih menghadapi bahaya meniti tali ketimbang harus berjalan setengah jam lamanya ke jembatan yang lebih bagus. Jika mereka mencari aman, maka harus bangun pagi-pagi buta dan pulang ketika hari sudah gelap.
undefined

Kondisi memprihatinkan pelajar di kota yang tak seberapa jauh dari ibu kota Jakarta itu juga jadi perhatian dunia. Salah satunya media Inggris, Daily Mail. "Aksi mereka seperti aksi di salah satu adegan di film, Indiana Jones and The Temple of Doom," tulis Daily Mail.

• VIVAnews

Senin, 09 Januari 2012

Satu Porsi Burger Ini Rp45 Juta

Las Vegas dijuluki ibukota hiburan dunia, dan terkenal untuk industri perjudian, pembelanjaan dan hiburan. Di sini Anda benar-benar dapat memanjakan diri menghilangkan stres sejenak.
Fleurburger

Salah satu tempat menarik di negara bagian Nevada ini adalah Fleur. Di sini Anda dapat memanjakan lidah dan perut. Salah satu menu andalannya adalah Fleurburger. Rasanya memang istimewa, tetapi harganya juga dahsyat.

Burger racikan Chef Hubbert ini terbuat dari bahan-bahan istimewa seperti foie gras (hati angsa), daging wagyu, dan jamur truffle. Semuanya diracik menjadi satu dalam satu porsi burger. 

Meski dihadirkan dalam satu sajian, Anda juga dapat menikmati rasa orisinil dari masing-masing bahan. Daging wagyu dan foie grass diolah dengan cara dan tempat yang berbeda. Begitu juga dengan siraman saus dari jamur truffle.

Untuk menambah cita rasa istimewanya, burger ini juga disandingkan dengan 1 botol anggur Chateau Petrus 1995. Untuk menikmatinya kita harus merogoh kocek sebesar US$5.000/ porsi, atau sekitar Rp45.000.000. Tentu bukan harga bagi sembarang orang.
• VIVAnews

5 Kekayaan Indonesia Yang Tidak Dimiliki Negara Lain

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak pulau,budaya,suku dan bahasa tetapi disamping itu Indonesia Menyimpan banyak kekayaan alam yang tidak dimiliki oleh negara lainnya.Maka dari itu kita harus tetap melestarikan kekayaan Indonesia baik sumber daya alam, atau budaya. Berikut ini adalah kekayaan Inonesia yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain:

1. Pulau













Indonesia memiliki jumlah pulau terbanyak di dunia yang menurut kajian citra satelit berjumlah 18.306 pulau, pulau yang sudah diberi nama ada 7.870 sedangkan yang belum diberikan nama berjumlah 9634 pulau.



2. Bahasa


  












Lebih dari 583 bahasa yang berada di Indonesia. Tetapi bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki banyak bahasa tetapi Bahasa Jawa adalah bahasa yang paling banyak dipakai/digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Candi













Indonesia memiliki candi terbesar di dunia yaitu Candi Borobudur. Candi Borobudur merupakan candi budha yang berdiri sekitar 800 sebelum masehi, dan jumlah patung yang berada di Borobudur itu adalah 504 patung budha.



4. Negara Maritim Terbesar Di Dunia

















Kita tahu Indonesia memiliki luas laut 93.000 km2, panjang pantainya pun sekitar 81.000 km2 atau 25 % panjang pantai yang ada di seluruh dunia. Selain itu Indonesia juga memiliki terumbu karang yang sangat banyak dan semuanya indah.



5. Memiliki Binatang Purba 












Kita harusnya bangga menjadi bangsa Indonesia, Indonesia menyimpan banyak kekayaan alam yang tak ternilai harganya. Salah satunya adalah kita memiliki hewan purba yang masih hidup yaitu "Komodo". Komodo adalah hewan kadal raksasa yang hidup di Pulau Komodo, dan sekarang Komodo masuk dalam 7 keajaiban dunia.


Jumat, 06 Januari 2012

Apa yang memang ditakdirkan untukmu, pasti akan menjadi milikmu

 
Dalam hidup, penting bagimu untuk menyadari bahwa kamu telah melakukan terlalu banyak buat seseorang, dan langkah selanjutnya yang harus kamu ambil adalah BERHENTI, MEMBIARKAN DIA SENDIRI, dan KAMU HARUS PERGI.
Kamu memilih untuk menjauh darinya, bukan karena kamu berhenti mencinta, atau karena kamu menyerah tanpa pernah berusaha. Tapi karena kamu harus menyadari ada perbedaan besar antara “TAK KENAL LELAH” dan “CINTA TAK BISA DIPAKSA”
Kamu akhirnya mengerti, apa yang memang ditakdirkan untukmu, pasti akan menjadi milikmu, dan apa yang bukan untukmu, tak peduli seberapa keras kamu mencoba, dia takkan pernah bisa menjadi milikmu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...