Senin, 03 Oktober 2011

Cara Membangun Karakter Anak Lewat Pujian


"Salah melontarkan pujian, anak bisa berkembang menjadi pribadi obsesif."

 
Tahukah Anda bahwa cara memuji anak dapat memberikan dampak berbeda, mengembangkan kepercayaan diri buah hati atau justru membuatnya terobsesi terhadap kelebihannya.

Contoh sederhananya, saat Anda memuji penampilan atau kecantikan gadis cilik Anda yang terlihat sangat manis dengan gaun baru dan rambut yang terikat rapi. Atau, saat anak mencapai nilai ujian sempurna. Tak ada yang salah dengan hal tersebut. Namun, penekanan sisi positif adalah kata kuncinya.

Anda pasti ingin selalu mendorong anak Anda untuk mencintai dirinya sendiri dan merasa percaya diri. Tapi dengan bahasa yang sederhana, Anda dapat mengubah pujian menjadi alat pembangun karakter anak. Jika Anda tak memerhatikannya dengan seksama, salah-salah Anda membangun karakter anak menjadi orang yang terobsesi pada penampilannya semata.

Menurut Art Markman, Ph.D., konsultan psikolog YouBeauty, sangat baik untuk membuat anak berpikir bahwa daya tarik adalah bakat yang harus usahakan dan asah terus menerus. Sama halnya seperti memiliki kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal matematika atau melakukan permainan olahraga tertentu, mereka harus berlatih dan berusaha untuk mendapatkannya.

Hal tersebut adalah hal-hal yang tidak dapat dikontrol seorang anak, dan dapat berubah seiring pujian-pujian yang Anda berikan. Cara Anda memujinya akan membantu mereka menghadapi pertambahan usia.

Fokuskan pujian Anda pada hasil seperti 'kamu terlihat cantik', 'kamu hebat mendapatkan nilai 100' tapi pasangkan pernyataan tersebut dengan bagaimana mereka mencapainya. Contohnya, 'rambutmu terlihat cantik, apakah kamu menyisirnya sendiri?' atau 'karena belajar kemarin kamu mendapatkan nilai yang baik'.

Cara ini tak akan membuat mereka berpikir bahwa mereka mendapatkannya karena mereka terlahir dengan kecantikan atau kepintaran, tetapi mereka akan berpikir untuk mendapatkan hal tersebut mereka akan berusaha.

Jika awalnya anak Anda berpikir mereka berbakat, padahal semua itu hanyalah kesalahan dari cara Anda memuji untuk menyenangkan hati, mereka akan sulit untuk memperbaikinya. Beda halnya jika Anda sejak awal mengatakan bahwa proses dan usaha yang membuat mereka berbakat. Ketika mereka menemukan penghalang, mereka akan berusaha melewatinya dan meraih prestasi lebih tinggi.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...