Sabtu, 30 Juli 2011

[PERSIAPAN] Kiat Melatih Puasa Pada Anak, Tanpa Ganggu Tumbuh Kembangnya

"Ayo Ajari Anak Puasa, Tanpa Ganggu Tumbuh Kembangnya"


Beberapa hari lagi, umat muslim akan memasuki bulan Ramadhan. Berbagai persiapan biasanya sudah dilakukan untuk menghadapi bulan yang sangat suci ini. Bagi anda para orangtua, salah satu yang perlu di cermati adalah bagaimana mempersiapkan anak-anak yang masih kecil dan baru akan belajar puasa.
Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Keberhasilan mengkondisikan anak, memerlukan persiapan sejak jauh hari. Berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik bagi putra-putrinya selama bulan Ramadhan.



Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Keberhasilan mengkondisikan anak, memerlukan persiapan sejak jauh hari.

Berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik bagi putra-putrinya selama bulan Ramadhan.


1. Perkenalan ?



Adalah tugas orangtua untuk menjelaskan kepada anak-anak apa arti, makna, dan manfaat berpuasa. Jika tidak dijelaskan sejak dini, bulan Ramadan akan jatuh seperti “perayaan tahunan”. Orangtua harus bisa melatih anak untuk berpuasa. Tapi melatih anak berpuasa tidak bisa dilakukan dengan cara paksa. Ada baiknya perkenalan dilakukan dengan cara seperti mendongeng cerita - cerita yang biasa anda lakukan, tetapi kali ini ceritanya berhubungan dengan puasa dan bulan ramadhan..


2. Buat suasana baru dirumah



Suasana rumah yang berubah juga akan mempengaruhi semangat anak. Misalnya dengan mengubah penataan rumah, mempersiapkan ruang khusus untuk sholat berjamaah dan tadarus Al-Qur'an. Ajak anak-anak menghiasi ruang tersebut dengan tulisan kaligrafi dan gambar islami. Kamar tidur anak juga dapat dihias dengan tulisan hadist, motto ataupun semboyan yang akan membangkitkan semangat mereka jika nanti menahan lapar dan haus ketika puasa. Tempelkan juga target dan jadwal kegiatan yang telah disusun bersama. Ibu sebaiknya mempersiapkan bintang-bintang yang siap ditempel untuk setiap rencana yang berhasil dicapai anak. Kerjakan bersama anak agar ia termotivasi untuk mendapatkan bintang sebanyak mungkin sampai akhir Ramadhan.


3. Buat Perjanjian perihal jam waktu puasa



Setelah anak "berkenalan" dengan puasa dan bulan Ramadhan itu sendiri, ajak dia berbicara, untuk menyepakati jam puasa yang akan dia jalani. Turuti apa yang dia sanggupi, jika ia bilang sampai jam 10 pagi, maka anda tidak boleh memaksa untuk mengulur waktu yang telah disepakati tersebut. Jika ia sudah berhasil melakukannya, coba bicarakan kembali untuk menambah jam puasa ia untuk hari esok, begitu seterusnya. Yang perlu diperhatikan disini adalah, kita harus jeli melihat kemampuan anak dan tidak memaksanya untuk menyelesaikan puasanya jika ia sudah merasa tidak sanggup, dengan begitu anak akan merasa lebih nyaman dan menganggap puasa adalah salah satu ibadah yang menyenangkan.


4. Makanan yang bervariasi


Ibu dapat mulai menyusun menu dengan gizi yang seimbang untuk anak yang puasa. Juga mulai melatih pola makan dari 3 kali sehari menjadi 2 kali saja. Penyusunan menu ini untuk menghindari terjadinya kekurangan zat gizi pada anak. Kecukupan gizi pada anak akan terpenuhi apabila saat berbuka dan makan sahur mereka mengkonsumsi makanan yang beragam dalam jumlah yang cukup. Sediakan makanan yang anak sukai, sehingga mereka akan lebih tertarik untuk memakannya saat waktu sahur dan berbuka puasa.


5. Ajarkan nilai - nilai positif bulan Ramadhan



Anda dan suami bisa saling bekerja sama untuk menciptakan kegiatan - kegiatan yang positif selama bulan Ramadhan, tetapi tidak menguras energi si anak. Seperti bercerita tentang kisah - kisah para rasul dan nabi, dan makna Bulan Ramadhan itu sendiri. Beri pemahaman yang baik, sehingga anak akan merasa nyaman dan tertarik melakukan puasa. Puasa sesungguhnya melatih kedisiplinan dan kejujuran anak, untuk bangun pada saat sahur dan bersikap jujur untuk mengungkapkan jika ia tidak kuat menjalankan puasa pada waktu yang telah kita sepakati, jadi anak tidak akan berbohong. Sesekali juga, ajaklah anak untuk mengikuti tarawih dan jelaskan apa maknanya, agar dia tau hal itu hanya terjadi pada saat Bulan Ramadhan.


6. Beri Hadiah



Anda boleh memberikan hadiah sebagai tanda keberhasilan ia telah melewati puasa, walaupun hanya beberapa jam sampai setengah hari. Hadiah tidak harus mahal dan berupa barang, pujian dari anda juga cukup membuat dia merasa bangga atas dirinya sendiri. Pujian yang anda berikan untuknya, akan sangat memotivasi anak untuk tetap berpuasa dan meningkatkan kemampuannya untuk hari - hari berikutnya.



Anda boleh memberikan hadiah sebagai tanda keberhasilan ia telah melewati puasa, walaupun hanya beberapa jam sampai setengah hari. Hadiah tidak harus mahal dan berupa barang, pujian dari anda juga cukup membuat dia merasa bangga atas dirinya sendiri. Pujian yang anda berikan untuknya, akan sangat memotivasi anak untuk tetap berpuasa dan meningkatkan kemampuannya untuk hari - hari berikutnya.







"Nawaitu shauma godhin 'an adaai fardli syahri ramadlaani haadzihis sanati lillahi ta'aalaa"

Artinya :
(Sahaja aku berpuasa esok hari Fardhu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala)


Melihat segalanya dengan hati yang bersih,
Tanpa mengharap pujian sesama

Semoga menjadi Ramadhan yang berkah & berdo’a mengharap istiqamah di jalan-Nya
Taqabalallahu Minna Waminkum..

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
1432H/2011








Senin, 25 Juli 2011

6 Fakta Mengapa Laki-laki Berselingkuh

bbc.co.uk


Apa yang membuat laki-laki suka selingkuh? Penasihat perkawinan, M. Gary Neuman, melakukan survei terhadap 200 orang laki-laki yang selingkuh dan tidak selingkuh. Survei ini ditulis dalam buku terbarunya The Truth about Cheating. Redbook.com mencatat alasan laki-laki berselingkuh yang ada dalam buku itu.

1. Sebesar 48 persen laki-laki mengaku ketidakpuasan emosional sebagai alasan mereka berselingkuh.

Banyak mitos yang mengatakan bahwa perselingkuhan berhubungan dengan seks. Namun, dari survei itu, alasan seksualitas hanya 8 persen. "Budaya kita mengatakan kalau yang diperlukan laki-laki untuk bahagia adalah seks," ujar Neuman.

Padahal, menurut Neuman, laki-laki juga mudah berubah secara emosi. "Mereka ingin istri mereka menunjukkan bahwa mereka dihargai dan mereka ingin wanita mengerti betapa kerasnya mereka berusaha untuk membuat semuanya benar," ujarnya.

Masalahnya laki-laki tidak seperti wanita yang bisa menunjukkan perasaannya. Wanita tidak akan tahu kapan suami atau pasangannya membutuhkan sedikit perhatian. "Tapi, Anda bisa menciptakan budaya pernikahan yang saling menghargai dan mengerti sehingga saat Anda membutuhkannya, ia akan segera mengerti," ujarnya.

2. Sebanyak 66 persen laki-laki merasa bersalah saat menjalin hubungan.

Lebih jelasnya, rasa bersalah tidak cukup untuk menghentikan laki-laki dari perselingkuhan. "Mereka bisa bertahan dengan emosinya dan menyelesaikannya nanti," ujar Neuman.

Jadi, jika suami Anda berjanji dia tidak akan pernah selingkuh, jangan pernah menyimpulkan kalau dia tidak akan melakukannya. Hal terpenting bagi pasangan adalah menciptakan kehidupan pernikahan yang diinginkan.

3. Sekitar 77 persen laki-laki yang berselingkuh punya teman baik yang juga berselingkuh.

Memiliki teman yang tidak setia membuat perselingkuhan menjadi hal normal dan dianggap sah. Pesan yang umumnya disampaikan pada diri sendiri adalah "Temanku adalah laki-laki baik yang pernah berselingkuh dari istrinya."

Menurut Neuman, istri tidak bisa melarang suaminya untuk keluar dengan teman yang suka melirik wanita lain. Tapi, wanita bisa meminta mereka untuk menghabiskan waktu di suatu tempat yang tidak banyak godaannya, seperti tempat olahraga atau restoran, daripada ke bar atau klub malam.

Strategi lain: bangun lingkaran sosial di antara pasangan bahagia yang bisa berbagi nilai-nilai perkawinan dengan Anda.

4. 40 persen laki-laki yang berselingkuh bertemu dengan WIL di tempat kerja.

"Sering kali wanita yang ia selingkuhi di kantor adalah mereka yang selalu memuji, memperhatikan, dan menghargai kerja mereka," ujar Neuman. Hal ini merupakan alasan mengapa penting bagi laki-laki merasa dihargai di rumah. Untungnya, ada peringatan yang jelas saat suami lebih merasa nyaman dengan rekan kerjanya, yaitu jika dia lebih sering memuji atau menyebut nama teman kerja wanitanya dibandingkan rekan kerja lelaki.

Antena Anda harus segera bekerja dan saatnya bagi Anda berdua untuk membangun ikatan yang baik dan tidak baik di tempat kerja. Apakah baik bagi suami Anda lembur hanya berdua dengan rekan kerja wanitanya? Apakah mereka pergi hanya berdua ke sebuah acara? Apakah makan malam bersama untuk membahas proyek yang akan dikerjakan? Tanyakan kepadanya apakah ia lebih merasa nyaman melakukan hal-hal tersebut dengan kolega laki-laki.

5. Hanya 12 persen laki-laki yang berselingkuh mengakui kalau selingkuhanya lebih menarik dari istrinya.

Dengan kata lain, laki-laki tidak selingkuh hanya karena mereka berpikir mereka akan mendapatkan seks yang lebih baik dengan wanita yang bertubuh lebih bagus. "Dalam banyak kasus, laki-laki berselingkuh untuk memenuhi kebutuhan emosinya. Mereka merasa terhubung dengan wanita lain dan seks datang seiring perjalanan," ujar Neuman.

Ia menyarankan jika Anda merasa khawatir dengan kehancuran, fokus pada bagamana cara membuat hubungan Anda lebih saling mencintai dan terhubung, bukan hanya memperbaiki tubuh atau belajar posisi bercinta yang baru. Tapi, perlu diketahui bahwa seks merupakan hal penting dan merupakan salah satu kunci bagi suami untuk menunjukkan cinta dan kedekatannya pada Anda, maka dua hal terakhir tetap menjadi prioritas.

6. Hanya 6 persen laki-laki yang selingkuh itu juga berhubungan seks.

Sebenarnya, 73 persen laki-laki mengenal wanita lain lebih dari satu bulan sebelum akhirnya mereka berselingkuh. Ini berarti, istri masih punya waktu untuk memperhatikan tanda-tandanya sebelum kehancuran terjadi, bahkan mungkin istri melihat tanda-tanda itu lebih dulu daripada si suami.

Perhatikan tanda-tanda sederhana, seperti suami lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, berhenti meminta berhubungan seks, lebih sering mengajak adu argumen, atau menghindari telepon dari Anda.

Anda mungkin cukup berani untuk mencoba menenangkan dia, tapi kebanyakan laki-laki akan menyangkal atau bahkan berpikir tentang perselingkuhan, terutama jika tidak ada hubungan fisik yang terjadi.

Neuman menyarankan untuk mengambil alih apa yang bisa Anda kontrol. Perilaku Anda sendiri yang bisa memicu menuju pernikahan ke tempat yang lebih baik. Jangan ragu untuk menunjukkan penghargaan Anda, memprioritaskan waktu bersama, dan mengajak berhubungan seks lebih sering. Berikan dia alasan untuk selalu menempatkan Anda pada posisi terdepan dalam pikirannya. Terbuka dengan apa yang Anda rasakan antara kalian berdua, jangan menyebut pihak ketiga, dan tetap menempatkan hubungan Anda di posisi teratas.



Sumber

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...