Jumat, 17 Desember 2010

WikiLeaks : Situs Yang Menuai Banyak Kontroversi

Apa itu Wikileaks
WikiLeaks atau Wikileaks adalah suatu organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs Wikileaks ini doyan menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil tetap menjaga kerahasiaan dari sumber-sumbernya. Situs tersebut mulai diluncurkan pada tahun 2006.

Organisasi ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga bebrapa pihak jurnalis, matematikawan, dan teknolog dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan.

Wikileaks dan MediaWiki
Situs Wikileaks menggunakan mesin MediaWiki. Mungkin inilah kenapa nama Wikileaks hampir mirip dengan Wikipedia.

MediaWiki adalah sebuah paket perangkat lunak wiki yang menggunakan lisensi GNU General Public License. MediaWiki merupakan perangkat lunak yang dibuat secara khusus untuk Wikipedia dan proyek-proyek lainnya dari Yayasan Wikimedia, tetapi sekarang ini sudah digunakan secara luas.

Wikileaks dan Julian Assange
Julian Paul Assange adalah seorang jurnalis asal Australia yang sat ini dikenal sebagai pendiri dan juru bicara WikiLeaks, situs yang mempublikasikan dokumen rahasia pemerintah dan beberapa institusi. Sebagian besar pendidikan pada masa kecilnya dilakukan di rumah. Orang tuanya menjalankan tur teater sehingga mereka hidup berpindah-pindah. Ketika berusia 14 tahun, Assange diketahui telah berpindah rumah sebanyak 37 kali.

Pada tahun 1991, ketika Assange berusia 20 tahun, dia dan beberapa teman yang berprofesi sebagai hacker (pengacak komputer) memecahkan dan memasuki jaringan terminal Nortel, perusahaan telekomunikasi Kanada. Akibatnya, dia tertangkap dan dinyatakan bersalah atas 25 dakwaan yang dikenakan padanya. Dia harus membayar denda sejumlah ribuan dolar kepada pemerintah Australia, namun dibebaskan dari hukuman penjara.

Assange diketahui pernah belajar di enam universitas. Dari tahun 2003-2006, dia mempelajari fisika dan matematika di Universitas Melbourne. Selain itu, dia juga mempelajari filosofi dan neurosains. Pada tahun 1990-an, Assange bekerja sebagai perancang program perangkat lunak yang mengatur keamana komputer di Australia dan luar negeri. Di tahun 1997, dia ikut menciptakan Rubberhose deniable encryption, suatu sistem kriptografi yang dibuat untuk pekerja hak asasi manusia untuk melindungi data sensitif di lapangan dan dia juga menjadi salah satu tokoh kunci dalam gerakan pembebasan perangkat lunak.

Jaksa Swedia menjatuhkan tuduhan kepada Assange atas pemerkosaan, pelecehan seksual, dan pemaksaan yang dilaporkan oleh dua wanita. Tuduhan tersebut diumumkan pada Agustus 2010, kemudian dibatalkan dan setelah itu diperbaharui kembali. Pada 24 November 2010, pengadilan Swedia menolak usaha banding Assange atas perintah penahanan yang dijatuhkan kepadanya. Kasus ini masih ditangani oleh Mahkamah Agung.

Masalah Timor Timur
Congressional Research Service (CRS) Report RS20332
East Timor Crisis: US Policy and Options
5 November 1999

*Pemerintahan Bill Clinton menekan RI agar menerima kehadiran pasukan perdamaian internasional di Timor Timur usai jajak pendapat 1999.

*Menghentikan kerja sama militer AS dan Indonesia dan mengancam sanksi lebih keras bila tak mau bekerja sama, mengendalikan milisi, dan memulangkan 200 ribu pengungsi Timor Timur.

*Mendukung keputusan IMF dan Bank Dunia menghentikan bantuan mereka untuk Indonesia.

* Bantuan yang dihapus untuk tahun 2000 antara lain bantuan ekonomi 75 juta dolar AS, Economic Support Funds 5 juta dolar AS dan IMET 400 ribu dolar

Tentang Pemilu 2004
CRS Report RS21874 Analyst in Southeast and South
Asian Affairs 20 Mei 2005

*SBY disebut the thinking general

*Bila Wiranto jadi presiden, hubungan RI dan AS akan sangat rumit karena Kongres AS menaruh perhatian besar pada isu pelanggaran HAM di Timor Timur.

*Suksesnya Pemilu 2004 meneguhkan dominasi partai sekuler, yaitu Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat.

Pelatihan Kopassus
Dokumen Joint Combined Exchange Training (JCET) and Human Rights Background and Issues for Congress 26 Januari 1999

*Sejak 1992, Kongres AS memutus program Pelatihan dan Pendidikan Militer Internasional (IMET) untuk Indonesia setelah tragedi Santa Cruz.

* Namun, di bawah program JCET Dephan yang di setujui oleh Deplu, pasukan Baret Hijau AS melatih 60 anggota pasukan khusus TNI di Indonesia yang sebagian besar Kopassus. JCET berdalih pelatihan murni militer meskipun kurikulum latihan perang kota berjudul ‘crowd control’.

*April 1998, anggota Kongres AS menyurati Menteri Pertahanan Cohen Evans yang menyebut program JCET mengakali larangan Kongres. JCET dihentikan 8 Mei 1998.

Penahanan Julian Assange

Julian Assange akhirnya ditangkap di Inggris, Selasa 7 Desember 2010 pukul 09.30 waktu setempat.
Penangkapan dilakukan atas pemerintahan Pemerintah Swedia. Assange ditangkap terkait tuduhan pemerkosaan, pelecehan seks, dan pemaksaan ilegal.

Tetapi Assange menyangkal tuduhan atas kasus kejahatan seksual yang terjadi saat ia berkunjung ke Swedia Agustus lalu. Pengacaranya mengklaim, tuduhan itu berasal dari 'sengketa hubungan seksual yang disetujui kedua belah pihak namun dilakukan tanpa pengaman'. Namun, kata pengacaranya lagi, kasus ini dipolitisasi sedemikian rupa terkait aktivitas WikiLeaks akhir-akhir ini dengan membocorkan sejumlah kawat diplomatik dari Kedutaan Besar AS di seluruh dunia. Namun, penuntut umum Swedia, Marianne Ny menolak klaim tersebut.
Akses Pendanaan Wikileaks di Blokir

Tak hanya cobaan penahanan Assange, WikiLeaks saat ini juga sedang mengalami tekanan dalam hal pendanaan. Visa dan MasterCard telah menyatakan, mereka akan memblokir aliran uang ke website kontroversial itu.

Dalam surat elektroniknya kepada Associated Press, Visa inc mengatakan pihaknya sedang mengambil langkah untuk menangguhkan penerimaan pembayaran ke WikiLeaks sembari menunggu hasil investigasi, apakah sifat bisnis WikiLeaks bertentangan dengan aturan operasional Visa.

WikiLeaks sampai saat ini masih mengumpulkan sumbangan melalui transfer bank ke afiliasinya di Islandia dan Jerman, serta melalui surat ke alamat di University of Melbourne di Australia.

Situs Sejenis Wikileaks Bermunculan

Saat ini WikiLeaks memang satu-satunya situs pembocor rahasia yang telah membuat Amerika Serikat dan beberapa negara lain kelimpungan. Namun dalam waktu dekat, akan ada situs pembocor rahasia lain yang akan menjadi saingan dan justru dibentuk oleh salah satu mantan juru bicara WikiLeaks.

Daniel Domscheit-Berg atau yang lebih dikenal dengan nama Daniel Schmitt, 32, adalah mantan staf senior WikiLeaks yang mengundurkan diri pada September lalu.

Dalam wawancara dengan majalah Jerman Der Spiegel yang dilansir dari laman Associated Press, Schmitt mengatakan akan membuat situs pembocor rahasia yang lebih baik daripada WikiLeaks.

Schmitt mengatakan, situs yang akan ia buat memiliki infrastruktur teknis yang memungkinkan seseorang mengirimkan dokumen rahasia yang diperolehnya, persis seperti WikiLeaks. Si pengirim juga akan tetap anonim untuk menjaga keamanannya.

Namun berbeda dengan WikiLeaks, situs ini memberikan pilihan kepada pengirim dokumen bagaimana dan kepada siapa informasi yang dia berikan akan dibocorkan.

Saat ini, Schmitt mengatakan, WikiLeaks memiliki masalah struktural yang parah. Banyak dokumen hanya bertumpuk dan staf lain tidak dibiarkan untuk menyentuhnya. Assange adalah satu-satunya orang yang mengatur semua penyebaran dokumen. Inilah alasan mengapa ia akan mendirikan situs yang lebih baik dibanding WikiLeaks. Langkah Schmitt diikuti pula oleh Alexei Navalny, seorang jurnalis dan blogger populer asal Russia. Seperti halnya WikiLeaks, situs bernama Rospil.info yang ia buat memberikan kesempatan pada siapapun untuk mempublikasikan informasi yang berkaitan dengan praktek-praktek korupsi di Russia serta mendiskusikannya secara online.

Seperti dikutip dari kantor berita Rusia Ria Novosti, banyak pakar menyambut baik situs web semacam ini, karena bisa menjadi sumber informasi yang baik untuk memberantas praktek korupsi di Rusia.

Apalagi, selama ini, Navalny merupakan tokoh yang telah dikenal baik oleh publik. Navalny adalah pemilik saham minoritas beberapa perusahaan Rusia. Ia merupakan tokoh yang secara konsisten mengkampanyekan praktek bisnis yang lebih transparan di Rusia.

Rusia sendiri, selama ini dicap oleh organisasi Transparansi Internasional sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Menurut indeks persepsi korupsi 2009 yang dikeluarkan organisasi itu, Rusia menduduki peringkat 146 dari 180, atau berada di bawah negara Togo, Pakistan, dan Libya.

Kevin Rudd Salahkan Amerika Atas Pembocoran WikiLeaks
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Kevin Rudd menyalahkan Amerika atas pembocoran ratusan ribu kabel diplomatik rahasia oleh situs WikiLeaks. Rudd mempertanyakan langkah-langkah keamanan AS seputar informasi rahasia.

Menurut mantan perdana menteri (PM) Australia itu, pendiri WikiLeaks Julian Assange tidak bisa disalahkan atas bocornya dokumen-dokumen rahasia tersebut.

"Assange sendiri tidak bertanggung jawab atas perilisan tanpa izin 250.000 dokumen dari jaringan komunikasi diplomatik AS,".

Masih banyak lagi pemberitaan mengenai wikileaks, mungkin saja ada blogger Indonesia yang berani membuat situs seperti Wikileaks ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...