Jumat, 17 Desember 2010

Ruangan Gedung DPRD Dijadikan ajang Pesta Sabu2 oleh Anggota Dewan Terhormat

Diduga Diikuti Anggota DPRD, Pesta SS Juga di Ruang Fraksi DPRD
Rabu, 15 Desember 2010 | 08:30 WIB

SURABAYA |- SURYA- Polisi terus mengembangkan kasus pesta sabu-sabu (SS) di lingkungan DPRD Surabaya. Hasilnya, ada fakta baru bahwa tersangka Edhy Susanto (34), staf Sekretariat Dewan (Setwan), juga pernah pesta SS di salah satu ruang fraksi.

Polisi juga mendapatkan data jika rekan-rekan tersangka saat pesta SS antara lain PNS, kader partai dan anggota dewan.

Sebelumnya dikabarkan tersangka biasa pesta SS di area parkir DPRD. Tapi, kenyataannya pesta barang haram itu juga sering digelar di salah satu ruang fraksi dan diikuti lebih dari dua orang.

Kanit Reskrim Polsek Jambangan Iptu Ari Priambodo menyatakan, pesta SS biasanya digelar ketika gedung DPRD sepi, jelang sore atau malam hari. “Memang biasanya mereka pakai di parkiran karena kalau ada apa-apa mereka bisa cepat buang barangnya ke sungai, tapi kalau kondisi aman, mereka pakai di dalam ruangan,” ujar Ari, Selasa (14/12).

Tersangka mengaku selama ini pesta SS bersama orang-orang di lingkup DPRD. ”Orang-orang ini yang jadi penyuplai dana. Jadi, tersangka sering diminta beli SS dan kadang diajak pakai bersama,” tambah mantan Kanit Reskrim Polsek Wonocolo itu.

Saat ditanya siapa saja partner Edhy ketika berpesta narkoba, Ari enggan menyebut. Ia hanya membenarkan jika para pengguna itu termasuk PNS, kader partai, dan anggota DPRD. “Kami tak bisa menyebut secara langsung, karena kami perlu bukti penguat selain keterangan tersangka,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota reskrim Polsek Jambangan menangkap Edhy Susanto, staf DPRD Surabaya pada Sabtu (11/12). Edhy yang baru diangkat sebagai PNS tahun lalu itu, terbukti membawa satu poket SS.

Panggil Anggota DPRD

Pengakuan Edhy langsung disikapi Ketua Badan Kehormatan DPRD Surabaya Agus Santoso. Dia akan mengklarifikasi kebenaran ini ke Polsek Jambangan. “Kalau sudah mencatut nama fraksi, berarti sudah membawa nama baik DPRD. Saya akan klarifikasi ke polisi, karena ini menyangkut citra DPRD,” ujarnya.

Selain ke polisi, Agus juga bertekad memanggil seluruh anggota dewan untuk menanyakan keterlibatannya dalam kasus ini. Dia juga akan mengupayakan tes urine untuk membuktikan kebenarannya. “Besok (hari ini) saya akan menemui seluruh pimpinan fraksi dan pimpinan dewan. Saya akan mengusulkan tes urine. Kalau memang disepakati, kami upayakan segera dilakukan. Jangan sampai citra DPRD tercoreng gara-gara ulah salah satu oknum,” tegasnya.

Sementara itu, tertangkapnya Edhy langsung disikapi pemkot dengan menggelar tes urine seluruh PNS setwan.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Plt Sekretaris Dewan Hari Sulistyawati mendapat instruksi dari Wali Kota Tri Rismaharini agar mengetes urine seluruh stafnya. Hari lalu mengumpulkan seluruh stafnya di ruang Banmus.

Setelah tim dokter dari RSUD Dr Soewandhie datang, satu per satu pegawai turun ke bawah dan berbaris antre di depan kamar mandi. Hasil tes diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD).

Kepala BKD Surabaya Yayuk Eko Agustin mengatakan, tes itu guna mengetahui PNS pengguna SS. “Tes ini sengaja tak kami beritahukan agar pegawai tidak ada alasan untuk tidak hadir ikut tes,” katanya. Yayuk juga akan memberikan sanksi ke Edhy, berupa pemecatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...